Komunitas Fotografi

Universitas Gunadarma

Tag: foto

komposisi foto

Komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku.edikit sajaaa..

1. Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian

2. Sederhana, makin sederhana susunan foto kamu makin kuat kesan yang ditimbulkan

3. Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut kamu ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang

4. Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali

5. Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto

6. Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat

7. Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek

8. Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto

9. Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana

10. Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan

11. Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka

Mungkin ada ide tambahan? silahkan tambahkan dalam komentar dibawah.

http://rumahblogvia.blogspot.com/2010/11/komposisi-dalam-bidang-seni-apapun.html

Hunt for Pocket Camera

ari beragamnya jenis kamera digital, manakah yang tepat untuk Anda? Apa artinya istilah-istilah teknis yang terdapat pada product brochure ataupun data spesifikasi pada situs produsen yang bersangkutan? Apa keuntungan atau kegunaannya untuk sisi pengguna?

Kami akan mencoba mengulasnya untuk Anda. Baik yang sedang mencari-cari kamera digital, pencinta fotografi, ataupun sekadar tambahan informasi dan bahan pertimbangan untuk para pemilik kamera konvensional 35 mm yang ingin beralih ke kamera digital.

MegaPixel Bukanlah yang Utama
Ada yang berpendapat bahwa makin besar MegaPixel (MP) yang dimiliki sebuah kamera digital akan menentukan makin baik tidaknya sebuah kamera digital. Pendapat ini memang tidak salah, namun tidak sepenuhnya tepat. Walupun hal inilah yang sering dijadikan kata kunci oleh para produsen, sekaligus terkadang menyesatkan calon konsumen.

Kualitas dari sebuah kamera digital tidak hanya ditentukan dari resolusi gambar yang dapat dihasilkan. Masih ada lagi variabel lain yang menentukan kualitas kamera digital, seperti kualitas lensa dan sensor image yang digunakan. Di sini kami akan coba menjabarkan apa yang perlu diperhatikan dalam hal resolusi gambar yang dapat dihasilkan.

1. Sensor image yang digunakan.
Sebuah kamera digital compact dengan 3 MegaPixel sensor dengan kisaran harga mulai US$150. Sedangkan kamera digital yang lain dengan resolusi yang sama dijual dengan kisaran harga US$200. Kenapa bisa begitu berbeda jauh harganya untuk sebuah produk dengan spesifikasi yang relatif sama? Ternyata jika diperhatikan, produk pertama menggunakan CMOS sebagai sensor image-nya. Sedangkan produk kedua menggunakan CCD untuk sensor image yang digunakan. Apa bedanya antara kamera digital yang menggunakan sensor image CCD dan CMOS? Untuk hal ini dapat Anda lihat pada boks “CCD vs CMOS”.

2. Jumlah efective pixel-nya.
Sekalipun sebuah kamera digital memiliki jumlah sensor yang banyak (sampai jutaan MegaPixel), namun yang perlu lebih diperhatikan adalah jumlah sensor image yang efektif. Apa maksudnya?

Sensor image pada kamera digital bertugas menangkap cahaya. Karena keterbatasan desain, maka jumlah sensor yang digunakan tidaklah sepenuhnya digunakan untuk menghasilkan gambar yang ditangkap. Sebabnya antara lain adalah pixel yang tidak menghasilkan gambar digunakan untuk pixel pembatas juga untuk penyesuaian white balance. Untuk itu, perlu diperhatikan jumlah pixel yang menghasilkan gambar, atau sering digunakan istilah efective pixel. Inilah jumlah pixel pada gambar yang akan dihasilkan oleh kamera digital. Untungnya, ada beberapa produsen yang mau mengakui jumlah pixel yang efektif.

3. Waspada dengan penggunaan teknik interpolasi.
Beberapa product brochure menjelaskan sebuah produk mampu menghasilkan gambar dengan resolusi mencapai 3 MegaPixel, dan ini dicetak dengan ukuran huruf yang besar lagi tebal. Padahal pada data spesifikasi yang dimiliki produk yang bersangkutan, produk ini hanya memiliki sensor image dengan jumlah pixel efektif sebesar 2 MegaPixel. Ini artinya sensor image yang dimiliki biasanya beresolusi 1600×1200 alias 1.920.000 pixel. Di sinilah calon pembeli wajib waspada. Atau Anda malah bingung? Dari mana sisa pixel yang lain dihasilkan? Di sinilah teknik interpolasi dilakukan.

Ada proses komputasi tambahan untuk menambahkan selisih resolusi gambar yang dihasilkan. Proses ini biasanya dilakukan pada saat proses download gambar ke PC dengan menggunakan software interface yang disertakan. Atau bisa juga dilakukan oleh firmware kamera digital tersebut.

Catatan: perlu ketelitian ekstra untuk menemukan hal-hal seperti ini. Biasanya pihak produsen cukup kreatif pada saat mencantumkan spesifikasi produknya.

Jumlah resolusi yang mampu dihasilkan oleh sebuah kamera digital ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Jika kebutuhan Anda hanya untuk dikirim via e-mail, untuk mengisi web blog, ataupun jika dicetak tidak lebih dari ukuran 5×7 inci; sebuah kamera digital dengan 2 MegaPixel sebetulnya sudah memadai. Harga kamera untuk kebutuhan ini relatif murah, mulai dari kisaran harga US$100. Kamera di kelas ini biasanya berupa digital kamera point and shoot yang mudah dalam penggunaannya, meskipun kebanyakan menutup kemungkinan untuk bereksperimen. Kebanyakan berupa kamera pocket yang kecil dan mungil.

Jika kebutuhan Anda lebih dari ini, seperti untuk kebutuhan cetak yang lebih besar atau detail gambar yang lebih baik disarankan untuk memilih mulai dari 3 MegaPixel ke atas.

Image Quality
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, yang menentukan kualitas gambar sebuah kamera digital tidak hanya dari jumlah resolusi gambar yang dapat dihasilkan. Sekarang giliran kualitas gambar yang dapat dihasilkan. Untuk hal ini, akan ada banyak hal yang terkait. Namun perlu diakui, akan ada unsur selera yang sedikit banyak mempengaruhi pilihan pada sebuah kamera digital.

4. Jenis mekanisme fokus yang digunakan pada lensa.
Untuk yang satu ini, cukup banyak produsen yang sering menyembunyikan informasi berkenaan fokus yang digunakan. Kebanyakan kamera digital murah menggunakan fixed focus. Namun biasanya sang produsen hanya menyertakan informasi autofocus berkenaan dengan fokus ini.

Apa sih arti fixed focus di sini? Ini berhubungan dengan kemampuan lensa yang digunakan. Untuk menekan harga pada kamera terjangkau, maka lensa yang digunakan pun terbatas. Sangat minim fungsi mekanis yang dapat dilakukan pada lensa dengan fixed focus untuk menyesuaikan jarak objek dengan kamera. Lensa ini hanya memberikan range jarak fokus yang dapat ditangkap dengan baik oleh lensa ini.

Karena itu, kamera dengan fixed focus mempunyai keterbatasan untuk kualitas gambar yang dihasilkan. Sebagai catatan, kebanyakan kamera web juga kamera digital yang terintegrasi dengan ponsel menggunakan jenis lensa ini.

5. Kamera digital dengan sensor image CMOS, kenapa tidak?
Kamera digital yang menggunakan sensor image CMOS, kenapa tidak? Sekali lagi, sesuaikan dengan kebutuhan yang akan dimanfaatkan. Namun jika kualitas gambar menjadi poin yang sangat penting untuk Anda dalam memilih sebuah kamera digital, perhatikan baik-baik.

Untuk kamera digital compact ataupun pocket dengan harga yang tidak lebih dari kisaran US$150, jangan berharap akan dapat menghasilkan gambar yang mengaggumkan. Di sini, teknologi CMOS pada sensor image digunakan dengan tujuan menekan ongkos produksi dan harga jual.

Namun akan berbeda penggunaan sensor image CMOS untuk kelas kamera digital SLR yang ditujukan untuk pengguna profesional. Digabung dengan teknologi tambahan seperti katakanlah Foveon, CMOS akan menjadi sensor image yang ideal untuk kebutuhan ini.

6. Digital zoom, efek gak sih?
Kebanyakan kamera digital dilengkapi dengan kemampuan yang satu ini. Sebetulnya kemampuan digital zoom ini juga tergantung pada firmware yang digunakan produk bersangkutan. Untuk keterangan tambahan mengenai firmware, dapat dilihat pada boks “Update Firmware”.

Dengan pembesaran ini, gambar yang dihasilkan biasanya mengalami penurunan kualitas, dibandingkan gambar yang dihasilkan tanpa menggunakan fasilitas digital zoom. Untuk itu, pengambilan gambar dengan memanfaatkan digital zoom sering dihindari. Dengan kata lain, tidak usah terlalu terpengaruh dengan kemampuan digital zoom yang ditawarkan dari sebuah produk kamera digital.

Meskipun beberapa produsen (seperti Kodak dan Sony) memiliki kualitas hasil gambar yang lebih baik, dalam hal memanfaatkan digital zoom dibandingkan produk dari produsen lain. Ini disebabkan karena algoritma pembesaran yang dilakukan pada proses penyimpanan gambar yang digunakan oleh produk yang bersangkutan.

7. Faktor pengali zoom
Pada data teknis yang ditawarkan dalam spesifikasi sebuah kamera digital menawarkan 12x zoom. Padahal produk ini sendiri hanya memiliki kemampuan optical zoom sebesar 3x. Pihak produsen mengalikan kemampuan optical zoom dengan digital zoom.

Kemampuan zoom total ini kadang dicantumkan dengan tulisan berukuran font yang cukup besar untuk menarik calon pembeli. Namun seperti yang sudah disampaikan, ada baiknya untuk lebih memusatkan perhatian pada kemampuan optical zoom. Karena pada praktiknya, kemampuan optical zoom-lah yang lebih diandalkan ketimbang digital zoom. Sedangkan penggunaan digital zoom hanyalah sebatas pada saat kemampuan optical zoom sudah tidak dapat melayani kebutuhan pengambilan gambar Anda.

8. Range macro
Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya: siapa yang mau tahu seberapa dekat jarak minimal sebuah kamera dari objek saat mengambil gambar? Kebanyakan produsen biasanya juga tidak mencantumkan informasi ini besar-besar, seperti untuk informasi kemampuan zoom ataupun resolusi gambar yang dapat dihasilkan.

Informasi ini akan bermanfaat bagi calon pengguna kamera digital yang sering mengambil gambar close-up. Kemampuan lensa untuk fungsi makro ini cukup ragam. Kebanyakan kamera digital sudah memiliki kemampuan macro dengan jarak objek antara 10–50 cm. Namun, ada beberapa kamera yang menawarkan kemampuan macro sampai dengan jarak minimal 1 cm!

Untuk nilai macro ini, pada dasarnya semakin kecil semakin baik. Meskipun tidak semua pengguna akan menggunakannya. Ataupun jika diperlukan, bukanlah sesuatu yang mutlak dan perlu digunakan terus menerus.

Yang paling utama pada sebuah kamera digital adalah sensor image yang digunakan. Ditambah dengan algoritma yang digunakan, maka akan menjadi gambar yang dihasilkan dan akan kita gunakan. Tidak semua orang mempunyai selera yang sama, seperti soal white balance yang dihasilkan. Meskipun hal ini tidak masalah untuk beberapa kamera digital.

Mereka kadang dilengkapi juga dengan preset white balance yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cara yang terbaik adalah dengan mencoba mencari hasil gambar yang dihasilkan kamera yang bersangkutan.

Hal ini juga bisa dilakukan dengan melihat situs yang me-review kamera digital. Namun perlu diingat, kebanyakan gambar diambil di negara dengan musim subtropis. Ini akan berpengaruh untuk pengambilaan gambar outdoor. Atmosfer yang jauh berbeda dengan negara tropis seperti Indonesia akan menghasilkan warna yang berbeda.

Hasil gambar yang dimiliki sebuah kamera digital, tidak semata-mata berdasarkan pada jenis sensor yang digunakan. Hal ini juga akan ditentukan oleh filter dan algoritma yang digunakan.Anda dapat menganalogikannya dengan pemilihan merk film dan tempat developer cuci cetak pada penggunaan kamera film 35 mm. Pada proses ini akan mempengaruhi hasil film yang dicuci dan hasil cetakan, meliputi warna dan pencahayaan gambar yang dihasilkan. Hal ini juga yang terjadi pada kamera digital. Perbedaannya, proses ini pada kamera digital ditentukan oleh sensor image dan algoritma yang dimiliki.

Kelengkapan dan Aksesoris
Kelengkapan paket penjualan juga mengambil peranan penting. Meskipun mungkin untuk hal yang ini tidak begitu Anda hiraukan, saat memperhatikan brosur ataupun melihat spesifikasi via Internet. Tapi bayangkan, begitu Anda membeli sebuah produk kamera digital namun tidak dilengkapi dengan memory untuk storage. Ataupun jika ada, yaitu berupa memory internal, namun di kemudian hari akan terasa kurang. Soal memory hanya salah satu contoh yang perlu diperhatikan. Apalagi yang perlu diperhatikan untuk paket penjualan kamera digital? Silakan melanjutkan pembahasan kami ini.

9. Terkadang salah pengertian: buffer memory
Pengertian buffer memory pada kamera digital sebetulnya adalah RAM yang dialokasikan untuk menjadi memory sementara. Gambar yang ditangkap sensor image CCD maupun CMOS disimpan untuk sementara sebelum kemudian diantrikan untuk ditulis pada flash memory sebagai media penyimpanan.

Kamera yang memiliki kemampuan continuos shooting ataupun bracketing biasanya dilengkapi dengan buffer memory ini. Namun, ada beberapa produsen yang sedikit salah kaprah dengan istilah ini. Mereka mengistilahkan memory internal terintegrasi yang tersedia pada kamera digital sebegai buffer memory.

Seandainya Anda tidak berniat melakukan pengambilan gambar continuos shoot ataupun bracketing, Anda tidak perlu bersusah payah untuk mencari informasi ini.

10. Memory internal, perlu pertimbangan
Jika Anda melihat spesifikasi produk kamera digital yang dilengkapi dengan memory internal, sebaiknya perlu diperhatikan. Apakah produk itu masih dilengkapi dengan slot expandable storage? Jika tidak, bersiaplah untuk menerima kamera digital Anda apa adanya. Apalagi masalah keterbatasan memory yang tersedia. Memory internal ini setidaknya akan berguna sampai Anda berniat meng-upgrade memory.

Hal ini juga berlaku untuk kamera digital yang menyertakan memory di dalam paket penjualannya. Biasanya jumlah memory yang disertakan tidak akan memuaskan kebutuhan para penggunanya, hanya pas-pasan. Jadi bersiaplah untuk membeli flash disk tambahan.

11. Data lampu blitz/flash
Kebanyakan kamera digital juga dilengkapi dengan lampu blitz atau juga dikenal dengan lampu flash. Apa maksudnya data ini: built-in flash, 5 modes, max. 3m. Data tersebut artinya produk yang bersangkutan dilengkapi dengan lampu blitz/flash yang terintegrasi. Dengan lima mode pilihan, seperti auto flash, fill in flash, slow synchro, ataupun red eye reduction.

Jika Anda bermaksud lebih mengeksplorasi kamera Anda dan memerlukan lampu blitz tambahan, pastikan kamera Anda memungkinkan hal ini. Carilah kamera digital yang dilengkapi dengan flash-shoe untuk tempat eksternal flash. Jika Anda bukan pemain baru pada dunia fotografi ini dan sudah memiliki lampu blitz terlebih dahulu, ada baiknya mencari tahu apakah blitz Anda dapat terpasang dengan mudah di shoe yang tersedia, atau masih memerlukan adapter lagi? Mengetahui informasi seperti ini, akan membuat barang yang Anda miliki sebelumnya masih akan tetap berguna. Namun, biasanya hal ini akan berujung dengan fanatisme pada suatu merk.

12. USB2.0 pada kamera digital
USB2.0 memang menjanjkan kecepatan transfer yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan USB1.1 yang hanya terbatas pada 12 Mbit/s, dengan USB2.0 yang dapat menyampaikan data dengan kecepatan sampai 480 Mbit/s. Namun, kecepatan ini adalah kecepatan maksimal. Belum banyak kamera digital yang mampu memiliki transfer data secepat itu.

Jika kecepatan transfer (atau kadang disebut proses download ataupun docking dari kamera digital) menjadi perhatian utama Anda ada baiknya tidak mengandalkan kecepatan transfer dari sebuah kamera digital. Jika Anda memiliki flash disk dengan ukuran besar, katakanlah sekitar 128 MB atau bahkan lebih, pertimbangkan untuk membeli sebuah card reader. Untuk card reader sendiri, carilah yang sudah mendukung USB2.0. Ini akan mempercepat proses transfer gambar Anda. Sekaligus menghemat baterai kamera digital Anda. Intinya, tidak perlu terlalu memilih kamera digital, mengacu pada kecepatan transfer USB-nya.

13. Baterai, yang ini perlu mendapatkan perhatian
Untuk sementara ini, baterai yang terbaik adalah baterai dengan lithium ion. Dibandingkan dengan dua pendahulunya, NiCad dan NiMh, dua baterai jenis ini memiliki kelemahan terutama pada memory effect.

Memory effect atau yang dikenal juga dengan syndrom lazy battery effect adalah di mana baterai tidak dapat terisi sesuai dengan kapasitasnya. Biasanya ini terjadi jika proses pengisian/recharge dilakukan saat baterai belum benar-benar kosong/habis. Efek ini akan sangat terasa pada baterai NiCad. Sedangkan untuk baterai NiMh sudah mulai membaik, walaupun masih kalah dengan baterai lithium.

Beberapa produsen menyertakan baterai rechargeable beserta charger-nya. Produsen Canon untuk beberapa produknya menyertakan baterai rechargeable lithium. Memang baterai yang diberikan cukup berkualitas. Satu-satunya kelemahan, hanya harga baterainya yang tidak murah ketika Anda memerlukan baterai tambahan ataupun pengganti. Perlu diperhatikan adalah tanggal produksi dari sebuah baterai lithium. Sebuah baterai lithium hanya dapat beroperasi normal kurang lebih selama 3-4 tahun dari tanggal pembuatannya.

Produsen Nikon memberikan baterai rechargeable NiMh beserta charger-nya. Baterai jenis ini walaupun bukan yang terbaik, namun cukup mudah didapat dan terjangkau. Anda dapat membeli baterai tambahan/pengganti dengan kapasitas sesuai yang Anda perlukan.

Jika produsen kamera digital tidak menyertakannya, tidaklah perlu bersedih. Biasanya jenis kamera digital ini, memerlukan baterai dengan ukuran AA. Anggap saja Anda diberikan kebebasan untuk memilih sendiri baterai sesuai kebutuhan.

Catatan: untuk kebanyakan kamera digital memang masih memiliki masalah untuk hal catudaya ini. Kamera digital memang dirasakan relatif lebih boros baterai dibandingkan kamera konvensional. Ada baiknya Anda memiliki minimal dua set baterai untuk kamera digital Anda. Tujuannya agar tidak kehilangan momen yang tidak dapat ditunda menunggu baterai terisi penuh.

Pengoperasian
Kita memang selalu mengharapkan sebuah kamera digital dapat menghasilkan gambar sesuai dengan keinginan. Hal ini juga akan tergantung pada pengoperasiannya. Apakah kamera digital mudah digunakan? Bagaimana dengan menu yang tersedia? Apakah tersedia mode manual yang akan memungkinkan Anda untuk berkreasi dalam pengambilan gambar? Hal-hal ini akan dibahas mulai dari sini.

14. Kamera digital yang pelupa
Tidak hanya manusia yang pelupa, sebuah kamera digital juga bisa amnesia. Beberapa kamera digital mengalami hal ini setiap dimatikan. Bagi Anda yang mempunyai preferensi tertentu dalam mengambil gambar perlu memperhatikan hal ini.

Misalnya, Anda punya kecenderungan untuk mengambil gambar dengan pencahayaan yang sedikit under. Atau Anda lebih senang dengan gambar background yang sedikit buram dibandingkan dengan objek, dan membutuhkan bukaan rana yang besar. Namun akan menyebalkan jika setiap saat menyalakan kamera, hal ini harus diset ulang.

Untuk hal-hal semacam ini agak jarang tertera pada data spesifikasi ataupun product brochure. Cara yang paling mudah dan tepat untuk menghindari hal ini adalah mencobanya sebelum membeli. Atau minimal menanyakan pada orang yang memilki produk serupa. Produk dari produsen dan seri yang sekelas biasanya memiliki menu yang tidak jauh berbeda.

Hal ini biasanya tetap tidak berlaku seandainya baterai dilepas dengan waktu yang cukup lama (misalnya lebih dari 1 hari) dari kamera digital. Kamera digital tetap membutuhkan catu daya untuk dapat menyimpan semua setting ini.

15. Kemudahan menu
Bayangkan, jika untuk memilih mode makro tidak tersedia tombol yang bersangkutan. Anda terpaksa bersusah payah menekan beberapa tombol untuk mendapatkan fungsi yang Anda inginkan.

Atau untuk menyesuaikan fungsi lampu flash perlu melalui menu yang berbelit-belit. Ini akan sangat menyebalkan pada operasional sehari-hari. Apalagi saat berada pada mode manual.
Pengguna kamera konvensional 35 mm yang sudah terbiasa dengan kameranya akan mengalami kesulitan untuk hal-hal ini. Seperti saat menyesuaikan bukaan/aperture ataupun speed shutter. Apalagi saat mengoperasikan manual focus pada kebanyakan kamera digital.
Perlu penyesuaian untuk beberapa hal tersebut. Ketahuilah menu-menu yang akan Anda hadapi dengan kamera Anda nantinya.

16. Fungsi panorama
Fungsi yang satu ini tidak mutlak ada pada sebuah kamera digital. Namun tidak ada salahnya bukan jika dengan kamera digital yang Anda miliki dapat membuat gambar panorama. Proses pembuatan gambar panorama biasanya dengan mengambil gambar sekeliling secara berurutan. Baru kemudian digabungkan menjadi sebuah kesatuan gambar. Hal ini bisa dilakukan, baik pada kamera digital sendiri ataupun pada software yang tersedia.

Ada baiknya fungsi ini dapat dilihat langsung pada kamera digital. Jadi tidak perlu men-download gambar ke PC untuk kemudian baru diolah menjadi sebuah gambar panorama. Jika hal ini dilakukan di kamera digital, Anda dapat langsung melihat hasilnya sesaat setelah kamera selesai memproses. Bukankah inilah kekuatan dari kamera digital, serba instan dan dapat langsung dilihat preview-nya?

Sayangnya informasi mengenai hal-hal ini jarang ditemukan pada product brochure. Anda perlu mencari informasi tambahan untuk hal-hal ini.

Kesimpulan
Untuk memilih sebuah kamera digital yang sesuai dengan kebutuhan dan benar-benar dapat memenuhi semua keinginan Anda, memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk sebuah produk yang harganya memang belum dapat dikatakan murah. Untuk itu, ada beberapa hal yang kami sarankan sebelum menentukan pilihan Anda:

1. Test drive
ya… seperti juga mobil, hal ini juga dimungkinkan, sebelum Anda membeli kamera digital. Cukup banyak pihak distributor, ataupun toko sebagai retailer yang memperbolehkan calon konsumen untuk mencoba produk yang bersangkutan. Di sini Anda dapat secara langsung mencoba mengoperasikannya. Baik saat mengambil gambar, mengakses menu, dan sebagainya.

2. Saran dari rekan
Jika tidak mendapatkan kesempatan untuk mencoba product demo, Anda bisa menanyakan pendapat dari rekan yang memiliki produk yang Anda inginkan. Hal ini cukup efektif. Lebih ideal lagi jika rekan Anda memiliki banyak kesamaan selera untuk sebuah produk kamera digital. Apalagi jika teman Anda memperbolehkan Anda untuk meminjam dan mencoba produk yang ingin Anda miliki.

3. Baca review
Anda dapat mencoba membaca review. Baik itu yang ada pada media cetak, maupun internet. Bahkan beberapa ada yang juga menyediakan beberapa contoh hasil jepretan yang dapat dihasilkan produk bersangkutan. Hanya saja, perlu diingat sekali lagi perbedaan atmosfer pada negara asal tempat review dilakukan. Ini akan berpengaruh terutama untuk gambar outdoor yang dihasilkan.

4. Mengandalkan data teknis produk
Anda dapat mencarinya pada situs produsen untuk informasi-informasi ini. Harapan kami, setelah membaca ulasan kami kali ini, Anda tidak akan terjebak dengan informasi-informasi yang dapat menyesatkan penilaian Anda.

Tidak ada salahnya juga jika berpatokan pada pemain lama yang sudah berpengalaman memproduksi kamera sedemikian lama. Seperti antara lain nama-nama Canon, Fuji, Kodak, Nikon, dan Olympus. Setidaknya pengalaman mereka sebelumnya menjadi dasar desain produk mereka selanjutnya.

Jika Anda bukanlah pemain baru di dunia fotografi, tentu sudah mengetahui sedikit banyak karakter yang dimiliki masing-masing produsen. Akhir kata, Kami mengucapkan selamat berburu kamera digital idaman Anda.

Coba-coba Motret

Iseng-iseng motret cangcorang……

Tolong commentnya ya. Saya masih pemula…

© 2020 Komunitas Fotografi

Theme by Anders NorenUp ↑