Komunitas Fotografi

Universitas Gunadarma

Tag: gunadarma dan jakarta

Siapa Bilang Jakarta Tidak Peduli Lingkungan?? (part 2)

Dalam postingan aku kali ini, aku mau ngebahas aksi para remaja yang membina anak-anak kecil tentang membuat kreasi unik dari beberapa sampah sampai orang tua yang sampai saat ini mengolah sampah menjadi barang yang berguna bahkan menguntungkan. coba lihat gambar berikut ini :

Bagaimana?? menarik kan??untuk lihat gambar-gambar lainnya bisa lihat di facebook ku aja. selama ini kan kita cuma bisa lihat banjir dimana-dimana, tanah gersang, asap kendaraan yang semakin menyesakkan dada kita, bahkan limbah-limbah pabrik yang banyak dibuang ke sungai tanpa tahu solusi atau tanpa pergerakkan sedikitpun dari kita sendiri, mungkin dari saya ada sedikit contoh ┬ánih buat siapa saja yang mau menjaga lingkungan.. gampang aja kok, mulai dari yang kecil aja yaitu membuang sampah pada tempatnya, atau mengumpulkan sampah seperti gambar diatas untuk dijadikan hal yang menguntungkan bukan hanya untuk kita sendiri, tapi untuk orang lain juga lho.. mulai dari sekarang, jaga, rawat dan lindungi lingkungan kita ­čśÇ

fb : raden rendi pribadi

Siapa Bilang Jakarta Tidak Peduli Lingkungan?? (part 1)

Jakarta, sebuah kota tempat dimana banyak orang penting bekerja disana, banyak orang mencari nafkah di Jakarta, dari tingkat yang paling rendah seperti pemulung, pengemis dan pengamen jalanan sampai tingkat yang paling tinggi seperti menteri, pejabat, direktur dan lain-lain.

sepanjang perjalananku ke Jakarta, banyak gedung-gedung menjulang tinggi, lalu lintas yang padat dan orang – orang yang lewat lalu lalang, semua memadati kota itu. Mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya namun apakah kita pernah berfikir bahwa mereka peduli akan ┬álingkungan di kota Jakarta?? Ternyata mereka sangat peduli, mereka sangat antusias dalam menjaga lingkungan, coba kalian lihat foto-foto berikut yang aku ambil langsung dari Jakarta Convention Center :

dari anak kecil nih  kalian bisa lihat betapa hebatnya mereka menjaga dan merawat lingkungannya. Nampak pada gambar mereka berbondong-bondong membawa beraneka macam tanaman untuk di tanam pada lahan yang gersang dekat sekolah mereka.

Nah, apakah kita sudah bisa menjaga, merawat dan melindungi Lingkungan kita??kalau belum, yuk dari sekarang.. ­čśÇ┬áterimakasih

Tiada Tanah

Tiada Tanah – “Jakarta yang terlihat seakan tak bertanah, ditutupi gedung-gedung bertingkat yang tak berbatas satu sama lain.”

Potret sisi lain anak-anak pemulung Jakarta

Reportase saya yang kedua mengenai potret anak-anak pemulung yang saya temui beberapa waktu lalu di daerah pinggiran Jakarta. Di balik keburukan tanpa batas yang dimiliki Jakarta. Jakarta memiliki Anak-Anak pemulung yang tergabung dalam sebuah kelompok belajar yang bernama Kelas Belajar Okky. Setiap minggu mereka belajar menulis, menggambar, mewarnai dan berhitung dengan di pandu oleh aktivis-aktivis maupun mahasiswa. Apabila sedang bekerja membantu orang tua mereka menggunakan pakaian kotor dan lusuh, hari itu mereka menjelma menjadi anak-anak yang belajar hidup bersih. Belajar menyikat gigi, mandi dan berpakaian rapi. Akan tetapi, kesenjangan itu masih ada. Sekalipun mereka terlihat bahagia, hatinya pasti bersedih karena penuh akan beban untuk melangsungkan kehidupan di Jakarta. Begitu keraskah Jakarta untuk mereka? Lihatlah senyum merekaa, wajah polos mereka dan ekspresi rasa ingin tahu yang mereka pancarkan.

Rumah Berjalan


Bukan suatu hal yang baru melihat pemandangan ini di Jakarta. Untuk kota metropolitan sebesar Jakarta banyak orang yang ingin mencicipi kehidupan disini. Tetapi jika tidak mendapat pekerjaan yang layak, hidup pun harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Potret Pemulung Jakarta

Reportase saya yang pertama ini mengenai kehidupan pemulung di pinggiran kota Jakarta.
Jakarta, sebuah kota metropolitan dengan berbagai macam penghuninya. Kaya akan jiwa-jiwa intelektual dan kemewahan di pusat kota tetapi juga kaya akan potret-potret kemiskinan tanpa batas. Salah satu contohnya adalah potret ÔÇô potret kemiskinan.
Pemulung adalah salah satu model dalam potret ini. Kehidupan keras jalanan yang mereka hadapi di Ibukota tidak pernah padam. Garis-garis wajah yang penuh dengan beban, lingkungan rumah yang kumuh dan di penuhi oleh hasil pengumpulan barang-barang bekas yang bisa dijual kembali untuk menghasilkan uang dan membiayai hidup mereka sehari-hari. Bahkan banyak dari mereka yang tidak memliki tempat meneduh dan beristirahat. Terlelap di muka toko tanpa alas yang berarti.
Tak banyak orang yang peduli dengan semua ini karena sudah menjadi pemandangan biasa bagi mereka yang hidup dijakarta. Akan tetapi, bukankah manusia adalah makhluk sosial? Sampai kapan kita akan membiarkan hal ini mendarah daging? Semua itu hanya bisa dijawab oleh hati nurani yang masih suci. Akankah kita diam atau segera bertindak?

Dan inilah hidup mereka, inilah lingkungan mereka

jakarta tak seindah yang dibayangkan

Jakarta, adalah sebuah kota yang tiada henti memberikan hiburan kepada setiap orang. banyak orang ingin ke jakarta. karna mereka merasa bahwa hidup di jakarta akan lebih baik dari pada di kotanya sendiri. ternyata tidak.sebagai seorang pemulung seperti pada foto ini, dia meninggalkan kampung halamannya dan berpindah ke jakarta karna merasa bahwa hidup di jakarta akan lebih baik. ternyata begitu keras hidup yg di jalaninya.

© 2020 Komunitas Fotografi

Theme by Anders NorenUp ↑