Komunitas Fotografi

Universitas Gunadarma

Tag: Ruang publik dan Transportasi Publik (page 1 of 10)

Yang Indah di Sekitar Tugu Muda

Lawang Sewu

Akhirnya Allah mengizinkan saya menginjakkan kaki di Semarang, alhamdulillah. Seperti biasa yang paling saya cari adalah Landmark untuk berfoto. Kalau Semarang, Tugu Muda tentunya, tapi justru ketika sampai di menara antik yang ada di tengah-tengah perempatan jalan besar itu, justru perhatian saya tertuju pada bangunan tua yang ada di seberang salah satu sisinya, yang ternyata itu adalah “WOW, LAWANG SEWU”!!!. Gedung ini menjadi lebih popular dari Tugu Muda itu sendiri karena Dunia Lain TR*ANS TV pernah menyajikan episode paling menyeramkan di bangunan ini. Saya pun terheran-heran, mengapa suasana di sini begitu dramatis, ternyata ada lampu jalan dengan warna mewah yang menerangi sekeliling Tugu Muda.

Gambar ini diambil pada tanggal 16 Desember lalu menggunakan kamera HP Lenovo S880 dengan pengaturan normal.

http://nulisonline.wordpress.com/

Tha Jakarta… My City..

Jakarta merupakan obyek yang tak akan pernah puas untuk diceritakan, bahkan diterjemahkan melalui gambar, baik dari segi transportasi, taman kota dan bahkan hingga tempat rekreasi merupakan segelintir obyek yang tidak luput dari sorotan publik.

Mode Transportasi di Jakarta

Persaingan mode transportasi antara bajaj yang dikelola oleh swasta dengan Transjakarta yang dikelola olep pemerintah, bahkan disubsidi oleh pemprov DKI jakarta. Di antara mode transportasi tersebut terlihat jelas bahwa beberapa bajaj dari model tahun 1990an sampai yang telah mengalami peremajaan dengan bahan bakar gas (BBG) yang sedang ngetem atau menunggu penumpang. Sangat jauh berbeda dengan Transjakarta atau yang akrab disebut Bus Way oleh masyarakat jakarta yang ditunggu kedatangannya di halte-halte yang telah disediahan. foto ini penulis ambil pada 27/12/2012 PK 17.31 di bunderan monas Jakarta Pusat.

Bemo merupakan mode transportasi yang sudah sangat jarang atau bahkan bisa dibilang langka di jakarta. saat ini yang saya ketahui atau pernahsaya jumpai hanya di daerah bendungan hilir dan juga mangga dua.
Dalam foto ini bisa kita lihat seorang nenek yang sedang menggunakan mode transportasi ini yang kelihatan nyaman.
foto ini diambil pada 12/8/2012 PK 16.22 di depan RUMKITAL Dr. Mintoharjo Jakarta Pusat.

Taman Kota di Jakarta

Pencemaran udara di jakarta cukup mengkhawatirkan, terutama disebabkan oleh banyaknya kendaraan bermotor yang kian lama semakin meningkat. Tingkat populasi sudah melewati ambang batas yang direkomendasikan oleh WHO. untuk itu dengan adanya kawasan hijau kota yang mengelilingi monas diharapkan dapat membantu menurunkan dampak polusi dan juga untuk mencegah banjir dengan adanya daerah resapan air hujan. Foto ini penulis ambil pada 27/12/2010 PK 17.05 di daerah sekeliling monas, lebih tepatnya di depan pintu masuk parkir monas Jakarta Pusat.

Pada jepretan foto ini kita dapat lihat betapa pedulinya pemerintah dalam memelihara kesuburan dan kehijauan taman kota yang dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit yang terletak di jakarta pusat. yakni dengan menyiram secara rutin dan teratur dilakukan oleh dinas pertamanan pemprov DKI Jakarta. foto ini diambil pada 27/12/2012 PK 17.25 di sekitar monas yang dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit.

Keterangan :
Kamera menggunakan canon EOS 1100D

Blog Pribadi : http://ichnurezha.wordpress.com

Limitation isn’t Over!

Tema : Berbagi dalam Keterbatasan

LIMITATION ISN’T OVER!

KA (142) Serayu Pagi

Keterangan:

Nama Objek / Object Name                                     : KA (142) Serayu Pagi kelas Ekonomi

Lokasi / Location                                                        : dekat Stasiun Bekasi

Waktu / Day & Date                                                    : 09.02 WIB – Sabtu, 18 Agustus 2012

Dimensi / Dimensions                                               : 2091 x 2864

Model Kamera / Camera Model                            : Digimax S800 / Kenox S800

Pembuat Kamera / Camera Maker                       : Samsung Techwin

F-stop                                                                               : f/5.1

Waktu Pencahayaan / Exposure Time                : 1/350 detik

Bias Pencahayaan / Exposure Bias                      : 0 step

Kecepatan ISO / ISO Speed                                     : ISO 50

Panjang Focal / Focal Length                                 : 22 mm

Maks. Bukaan / Max Aperture                               : 4.7

Mode Pengukuran / Metering Mode                   : Pattern

Mode Pencahayaan / Flash Mode                        : No Flash, Auto

35mm Panjang Focal / 35mm Focal Length    : 105

Deskripsi:

Adalah Kereta Api Serayu Pagi atau biasa disebut KA 142 yang memiliki relasi Jakarta Kota – Kroya. Kereta Ekonomi ini menjadi incaran para penumpang setiap harinya, apalagi menyambut liburan dan hari raya besar (Lebaran, Natal, dan Tahun Baru), melonjaknya penumpang melebihi kapasitas tempat duduk yang sudah tersedia. Dengan hal ini, orang-orang yang bersangkutan (PT. KAI) dengan baik hati menambahkan beberapa rangkaian agar ketersediaan tempat duduk dapat dirasakan oleh para penumpang yang ingin berlibur ke luar kota, khususnya KA Serayu Pagi ini. Pada foto, stamformasi KA 142 ini terdiri dari Lokomotif kotak (karena fisik depan yang berbentuk kotak) dengan nomor CC 201 53 milik Dipo Purwokerto (PWT), sembilan kelas ekonomi (berwarna orange-biru), satu kelas makan, dan satu kelas barang (berwarna hijau). Jarak yang ditempuh oleh KA 142 ini kurang lebih 410 km. Sedangkan rute yang disinggahi antara lain, Jakarta Kota – Pasar Senen – Purwakarta – Padalarang – Kiaracondong – Nagrek – Warungbandrek – Cipeundeuy – Ciawi – Tasikmalaya – Ciamis – Bojong – Banjar – Langen – Sidareja – Kawunganten – Jeruklegi – Maos – Sikampuh – Kroya. Jadi, sesuai dengan judul di atas, batasan itu belum bahkan tidak berakhir, jika sesuatu/seseorang melihat kondisi yang memungkinkan sesuatu/seseorang lain dibuatnya tidak merasa terpenuhi akan melakukan hal-hal yang luar biasa nyaman.

Pepatah bersahut “Tak Ada Gading yang Tak Retak” yang bermakna tidak ada satu pun yang sempurna, semua pasti akan ada cacatnya. Alhamdulillah, blog fotografi ini sudah dibuat walaupun dalam pengerjaannya ada yang menghambat, entah dari luar maupun dalam.

Sekian parameter fotografi orisinil yang saya tuangkan pada blog, semoga bermanfaat.

Terima Kasih.

Mahalnya kedisiplinan

Ternyata ga buruk juga ya pemandangan disekitar banjir kanal timur ,tapi hanya ada hal yang membuat kurang enak diliat jelas jelas jalur yang diperuntukan untuk sepeda tapi malah dijadikan jalur untuk sepeda motor sayang banget dilihatnya.hmmm apalagi sunset dijalur BKT kalo sore indah banget ga kalah deh sama sunset sunset yang ada dipantai.ya untuk melepas kejenuhan orang orang selesai melakukan rutinitas harian kita bisa mampir dan nikmati indahnya sunset yang ada di BKT(Banjir Kanal Timur)dulunya memang sudah diplaning sejak zaman penjajahan belanda namun baru jaman reformasi ini terealisasikan,mungkin kalo Jalur BKT ini benar-benar dikelola untuk transportasi air mungkin akan lebih indah lagi.semoga suatu saat nanti benar benar ada transportasi air didalam kota untuk ngurangi kemacetan yang makin hari makin parah.

lokasi : Banjir Kanal Timur,Jakarta Timur

Kamera : Canon

Blog pribadi:  http://anitamutez.blogspot.com/

Harusnya  jalur ini khusus untuk sepeda tapi kenyataannya yang lewat malah sepeda motor

Sunset di Banjir Kanal Timursunset di BKT bagus juga ga kalah sama yang diancol

Si Kecil dan Si Breakdance

Foto ini saya ambil ketika saya melihat ada objek yg unik yakni ketika anak kecil yang teramat serius melihat latihan anak-anak breakdance yang berada di taman menteng.

Si Kecil dan Si Breakdance

Data exif:

NIKON D5100

F1.8

1/50

iso 800

Tanggal 12/30/2012 Jam 22.54

BLog Pribadi : http://about-interesting.blogspot.com/

Night Seller

Foto ini adalah penjual bersepeda di malam hari tepat nya di taman menteng, Orang ini sedang mengsuguhkan kopi kepada pembeli. Nampak banyak barang di sepedanya yg untuk di jajakan kepada para pembeli. Lumayan banyak para pedagang ini memutari daerah taman menteng

Data exif:

NIKON D5100

F1.8

1/50

iso 800

Tanggal 12/30/2012 jam 21.38

BLog Pribadi : http://about-interesting.blogspot.com/

Andong Oh Andong..

The Andong

Andong, alat transportasi yang paling sering kita temui di Jogjakarta dan merupakan transportasi rakyat yang menjadi wisata tersendiri.

Andong ini saya ambil di pantai parangtritis, pantai selatan yang sangat indah dan memukau dengan debur ombaknya, deras arusnya dan indahnya tebing yang mengelilingi pantai parangtritis ini.

blog : lebailabiel.blogspot.com

keterangan gambar

Kamera : Canon

Lokasi : Pantai Parangtritis

Terlihat Manis Namun Pahit

Transportasi

Foto di atas merupakan potret keadaan di dalam salah satu bajaj di jakarta. Bajaj adalah salah satu alat transportasi di ibu kota jakarta yang masih beroperasi hingga saat ini. Meskipun Bajaj tidak diijinkan beroperasi di seluruh wilayah DKI Jakarta, namun bajaj masih berjaya di beberapa wilayah ibu kota seperti di daerah Mangga Dua.

Di dalam foto di atas tampak sebuah kata “Manis” yang terlukis di badan bajaj. Kata manis tersebut berbanding terbalik dengan keadaan sang supir. Supir bajaj tersebut hidup di tengah ketatnya persaingan di ibu kota. Agar dapat mempertahankan hidup sang supir harus banting tulang dari pagi hingga malam.Selain hal tersebut supir bajaj juga harus berperang dengan keadaan transportasi ibu kota yang semakin semerawut.

Melihat hal tersebut maka kata “Manis” tak selalu berarti manis.

blog pribadi : http://lilis130608.blogspot.com/

Keterangan Foto :

> Diambil menggunakan Kamera Handphone Samsung Galaxy ACE

> Lokasi pengambilan gambar : Mangga Dua

Nasibku dan Modernisasi

transportasi

Semakin berkembangnya alat transportasi modern maka semakin tenggelam alat transportasi tradisional.  Pada foto di atas tergambarkan seorang lelaki pengendara becak sedang merenung memikirkan nasib keuangannya yang semakin hari semakin memburuk. Pendapatan pengendara becak di atas semakin menurun diakibatkan oleh alat transportasi modern yang semakin berkembang pesat.

Blog Pribadi : #mce_temp_url#

Wisata goa pindul

Dalam rangka meningkatkan minat wisata di Indonesia, saya ingin memperkenalkan salah satu objek wisata yaitu “Goa Pindul” terletak di dusun gelaran desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo. kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta

Goa Pindul merupakan wisata cave tubbing yang baru dibuka pada awal tahun 2011. Dengan panjang lokasi sekitar 300 meter dibagi dalam 3 zona yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. Mengunjungi obyek lokasi ini disarankan pada musim kemarau agar lebih aman dan menyenangkan , karena pada musim hujan air sungai deras dan kadang terjadi banjir didalam goa, sehingga kita harus menunggu air sungai bawah tanah kembali surut, air pada musim penghujan ini warnanya kecoklatan karena erosi tanah, sedangkan pada musim kemarau airnya tenang , berwarna  hijau khas lumut yang ada didasar sungai.

Pada awal September tahun 2012, saya dan beberapa teman mahasiswa berkunjung ke Lokasi “Wisata Goa Pindul”, jalan menuju lokasi tidaklah mulus, banyak terdapat lubang, sehingga kami kurang nyaman dalam berkendara, sesampai didesa Bejiharjo , kami menuju sekretariat mendaftar untuk tujuan paket”Wisata Goa Pindul”,  setelah menyelesaikan Administrasi ,  rombongan kami yang terdiri dari 6 orang ditambah 2 orang pemandu, melakukan persiapan yaitu memakai baju pelampung dilengkapi dengan ban, lampu senter dan sepatu karet, berjalan  menuju lokasi yang berjarak 500 meter dari sekretariat atau pos awal, sesampai ditempat kami melakukan sedikit gerakan pemanasan , kemudian masing-masing peserta dibantu menggunakan ban karet ketika memasuki aliran sungai, kami dipersilakan menceburkan diri pada aliran sungai sambil diberi aba-aba oleh pemandu, bagi peserta yang tidak dapat berenang, ban karetnya  didorong oleh pemandu yang posisisnya berada paling belakang.

Memasuki mulut goa cukup menegangkan suasana semakin gelap sehingga pandangan mata terbatas, dengan bantuan lampu senter dan penjelasan dari pemandu  kami dapat menikmati pemandangan stalaktik  serta bagian – bagian yang terdapat didalam gua, Disebelah kanan kami dulu pernah digunakan untuk tempat pertapaan, pada tempat tersebut ditemukan peninggalan berupa arca, disebuah lekukan disisi kiri juga pernah digunakan untuk tempat bersemedi seorang penganut Budha.

Perjalanan dilanjutkan , melewati beberapa stalaktit yang banyak  dihuni oleh kelelawar, kemudian kami menelusuri bagian  dinding goa yang  indah, dimana pada salah satu bagiannya terdapat tetesan air yang dinamakan tetesan air mutiara ,disebelah tempat menetesnya air mutiara itu ada sebuah lubang tempat kelelawar tinggal yang disebut goa lawa.

Air mutiara merupakan air yang berwarma seperti  mutiara keluar menetes dari dinding stalaktit diperkirakan telah berusia lima puluh tahun, konon berkhasiat untuk awet muda

Sepanjang perjalanan kami melalui lorong-lorong berjumpa stalaktit-stalaktit yang cukup panjang dan besar, ujung stalaktit hingga masuk kesungai bawah tanah dan menutupi sebagian rongga  goa Pindul, sehingga kami harus melewatinya bergantian satu persatu. menurut penjelasan pemandu stalaktit tersebut  adalah peringkat 4 dunia. Perjalanan kedalam semakin pekat namun berangsur-angsur terlihat cahaya diujung ketika kami melewati sebuah belokan, akhirnya sampailah kami pada zona terakhir Goa Pindul yang disebut area Goa Vertikal (Luweng), terlepas dari suasana tadi , disini kami memuaskan diri dengan berenang,  melompat dari atas tebing menggunakan jaket pelampung, kedalaman air kurang lebih 15 meter sehingga cukup aman melompat dan tidak terantuk batu, dari luweng ini kita bisa mengabadikan cahaya matahari yang masuk kedalam lobang goa, membentuk pemandangan yang indah .setelah melepaskan lelah dan bermain main diair yang sejuk ini.

Kemudian kami menyusuri pintu keluar goa yang tidak jauh dari dari luweng , kami semua menepi dan naik keatas tebing yang telah dipasangi tali, sambil membawa semua peralatan tadi kami berjalan kaki kembali ketempat pos awal atau sekretariat.

Blog Pribadi : http://www.mufiks.blogspot.com

Older posts

© 2020 Komunitas Fotografi

Theme by Anders NorenUp ↑